SEJARAH MENDEL

Hukum Mendel I & Hukum Mendel II, genetika, hereditas, genetik, ercis, pertanian, biologi, dominan, resesif, persilangan

MENDELISME

Genetika erat hubungannya dengan hereditas atau penurunan sifat-sifat genetik dari satu generasi (orangtua / induk) ke generasi selanjutnya (anak). Ilmu yang mempelajari mengenai pewarisan sifat ini disebut Genetika.

Prinsip dasar dari genetika pertama kali dicetuskan oleh Gregor Johann Mendel (1822 – 1884) sebagai penemu prinsip dasar dari Hereditas. Penemuan ini dilakukan karena pengaruh dosennya di Universitas Vienna (1851-1853) yaitu Prof. Doppler seorang fisikawan dan Prof. Unger sebagai ahli tumbuhan. Atas pengaruh kedua Profesor tersebut 

Mendel mulai melakukan penelitian pada tanaman ercis / kacang kapri (Pisum sativum) penelitian mendel ini memerlukan waktu hingga 8 tahun.

Pemilihan tanaman ercis ini dilakukan karena:
  • 1.      Mudah melakukan penyerbukan silang
  • 2.      Mudah di dapat
  • 3.      Mudah hidup dan mudah dipelihara
  • 4.      Cepat berbuah / berumur pendek
  • 5.      Dapat melakukan penyerbukan sendiri
  • 6.  Terdapat jenis-jenis yang memiliki sifat berbeda (menyolok), misalna warna bunga, warna biji, warna buah, bentuk biji, sifat kulit, letak bunga, dan ukuran batang.



Penemuan Mendel ini tidak langsung mendapat perhatian besar dari para peneliti pada waktu itu. Setelah beliau wafat, pendapat Mendel ini baru kembali di teliti tahun 1900 oleh Hugo De Vries (Belanda), Carl Correns (Jerman), Erich von Tsermak (Austria) yang melakukan penelitian lebih lanjut.


Dari penelitian yang dilakukan oleh Mendel diketahui bahwa ada sifat dominansi dan resesif pada beberapas sifat kacang kapri ini setelah dikawinkan berkali kali. Hasil persilangan pada kacang ini diketahui ada yang murni dan tidak. Oleh karena itu ada beberapa istilah untuk penggunaan pada hukum Mendel ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISTILAH DALAM HUKUM MENDEL

Sejarah Pewarisan Sifat / Hereditas