SEJARAH MENDEL
Hukum Mendel I & Hukum Mendel II, genetika, hereditas, genetik, ercis, pertanian, biologi, dominan, resesif, persilangan
MENDELISME
Genetika erat hubungannya dengan
hereditas atau penurunan sifat-sifat genetik dari satu generasi (orangtua /
induk) ke generasi selanjutnya (anak). Ilmu yang mempelajari mengenai pewarisan
sifat ini disebut Genetika.
Mendel mulai melakukan penelitian pada tanaman
ercis / kacang kapri (Pisum sativum)
penelitian mendel ini memerlukan waktu hingga 8 tahun.
Pemilihan tanaman ercis ini
dilakukan karena:
- 1. Mudah melakukan penyerbukan silang
- 2. Mudah di dapat
- 3. Mudah hidup dan mudah dipelihara
- 4. Cepat berbuah / berumur pendek
- 5. Dapat melakukan penyerbukan sendiri
- 6. Terdapat jenis-jenis yang memiliki sifat berbeda (menyolok), misalna warna bunga, warna biji, warna buah, bentuk biji, sifat kulit, letak bunga, dan ukuran batang.
Penemuan Mendel ini tidak langsung
mendapat perhatian besar dari para peneliti pada waktu itu. Setelah beliau
wafat, pendapat Mendel ini baru kembali di teliti tahun 1900 oleh Hugo De Vries
(Belanda), Carl Correns (Jerman), Erich von Tsermak (Austria) yang melakukan
penelitian lebih lanjut.
Dari penelitian yang dilakukan oleh
Mendel diketahui bahwa ada sifat dominansi dan resesif pada beberapas sifat
kacang kapri ini setelah dikawinkan berkali kali. Hasil persilangan pada kacang
ini diketahui ada yang murni dan tidak. Oleh karena itu ada beberapa istilah
untuk penggunaan pada hukum Mendel ini.
Komentar
Posting Komentar